Search
Archives

Kajian Usability Situs Web Pemerintahan Kota Makassar (part 3 of 3)

Tulisan ini dibuat sebagai bagian dari tugas akhir mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer (IMK). Dalam posting ini saya akan mencoba untuk mengkaji faktor usability dari situs http://bahasa.makassarkota.go.id/. Tulisan ini terdiri dari 3 post, dikumpulkan dalam kategori <a href="http://danars07.student.ipb.ac.id/category/tugas-akhir-imk/tugas akhir IMK.

Evaluasi Heuristik Situs Poin 6-10

6. Recognition Rather Than recall

Ketika kita ingin menggunakan menu search di bagian kiri situs, mungkin kita akan mengalami sedikit kesulitan karena di bagian ini hanya disediakan form search, tapi tidak diberikan tombol untuk untuk mengeksekusi fungsi search. Untuk mengeksekusinya, pengguna harus menekan tombol “Enter” pada keyboard. Seharusnya pada menu ini disediakan tombol “search”, atau icon kaca pembesar seperti yang terdapat di situs web pada umumnya.

7. Flexibility and Efficiency of Use

Ketika kita membaca sebuah artikel di situs ini, di bagian akhir artikel diberikan link ke artikel yang sebelumnya, serta ke artikel selanjutnya. Di bagian kiri dan bawah artikel juga disediakan tautan ke berita-berita lainnya, serta ada juga tautan ke berita-berita popular. Kita sebagai pengguna dapat bebas memilih cara mana yang ingin kita gunakan untuk memilih berita.

8. Aesthetic and Minimalist Design

Font yang digunakan di situs ini sudah pas, tidak terlalu besar tidak terlalu kecil. Penggunaan whitespace pada artikel juga sudah cukup baik, sehingga memudahkan pengguna dalam membaca artikel. Namun sayangnya, alignment artikel berita di situs ini tidak menggunakan “Justify”, sehingga tulisan terlihat kurang rapi.

9. Help Users Recognize, Diagnose, and Recover from Error

Ketika kita memilih menu “Hubungi kami” di bagian bawah situs, kita akan diberikan form untuk mengirim e-mail kepada pengelola situs.
Jika kita tidak mengisi form tersebut secara lengkap, tombol “kirim” di bagian bawah tetap bisa di-klik, namun tidak akan menghasilkan aksi apa-apa.

10. Help and Documentation

Pada situs ini tidak disediakan halaman bantuan, sehingga akan cukup menyulitkan bagi pengguna yang baru mengunjungi situs ini.

Kajian Usability Situs Web Pemerintahan Kota Makassar (part 2 of 3)

Tulisan ini dibuat sebagai bagian dari tugas akhir mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer (IMK). Dalam posting ini saya akan mencoba untuk mengkaji faktor usability dari situs http://bahasa.makassarkota.go.id/. Tulisan ini terdiri dari 3 post, dikumpulkan dalam kategori tugas akhir IMK.

Evaluasi Heuristik Situs Poin 1-5

1. Visibility of System Status

Hampir setengah bagian dari situs ini dan tautan menu utamanya dibuat dengan menggunakan animasi Flash. Ketika pengguna pertama kali mengunjungi situs ini, misalnya, kita akan disuguhi dengan animasi tulisan serta gambar yang muncul dari sebelah kanan dan kiri, beserta efek suara dan musik. DI situs ini juga ditampilkan gambara pesisir Pantai Losari pada malam hari dengan animasi laut yang bergerak tenang serta burung-burung yang terbang di atasnya.
Hal ini tentu saja mampu menambah estetika, serta memberikan kesan yang “wah” dan menarik. Namun, terjadi sebuah kesalahan yang sangat fatal, yaitu tombol-tombol tautan menu utama di situs ini tidak melakukan aksi apapun ketika di-klik. Hal ini mungkin disebabkan adanya kesalahan pada pembuatan script Flash.


Walaupun tidak bisa di-klik, situs ini akan memberi tanda berupa sebuah animasi seperti membalik kartu ketika kita mengarahkan kursor di menu utama. Hal ini dilakukan untuk memberi pembeda dengan tautan yang lainnya.
Salah satu kekurangan lainnya dalam situs ini adalah kita tidak diberi informasi sedang di menu apa kita berada sekarang.

2. Match between System and The Real World

Bahasa yang digunakan dalam situs ini adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan sedikit Bahasa Makassar, misalnya kata “Baruga” pada tautan menu utama. Sebenarnya, di bagian atas sebelah kanan situs ini terdapat menu untuk memilih beberapa bahasa lainnya. Namun, lagi-lagi, menu ini tidak bisa di-klik.

3. User Control and Freedom

Pada situs ini tidak disediakan opsi untuk membatalkan aksi pengguna, serta tidak ada pilihan untuk keluar dari keadaan yang disebabkan oleh kesalahan pengguna.

4. Consistency and Standards

Masalah ketidakkonsistenan terjadi pada bahasa yang digunakan di bagian artikel berita. Ada beberapa artikel yang menggunakan bahasa Indonesia, dan ada pula yang berbahasa Inggris.

5. Error Prevention

Pada menu search, kita diberikan pilihan untuk memilih tipe pencarian. Hal ini akan membantu kita dalam pencarian, serta mencegah terjadinya kesalahan pencarian.

Kajian Usability Situs Web Pemerintahan Kota Makassar (part 1 of 3)

Tulisan ini dibuat sebagai bagian dari tugas akhir mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer (IMK). Dalam posting ini saya akan mencoba untuk mengkaji faktor usability dari situs http://bahasa.makassarkota.go.id/. Tulisan ini terdiri dari 3 post, dikumpulkan dalam kategori tugas akhir IMK.

Pendahuluan

Menurut Jakob Nielsen, usability adalah atribut kualitas untuk mengukur seberapa mudah suatu antarmuka digunakan. Usability didefiniskan oleh lima komponen kualitas, yaitu:


  • Learnability: seberapa mudah bagi pengguna untuk melakukan kegiatan (task) utama pada saat mereka pertama kali bertemu antarmuka tersebut?
  • Efficiency: Setelah pengguna terbiasa dengan antarmuka, seberapa cepat mereka melakukan suatu kegiatan?
  • Memorability: Saat pengguna kembali menggunakan antarmuka, setelah lama tidak menggunakannya, seberapa mudahkah mereka terbiasa kembali dengan antarmuka tersebut?
  • Errors: Berapa banyak kesalahan yang dilakukan pengguna, seberapa parah kesalahan tersebut, dan apakah pengguna dapat dengan mudah menangani kesalahan tersebut?
  • Satisfaction: Seberapa nyamankah pengguna dengan suatu antarmuka?


Selanjutnya, metode yang akan saya gunakan dalam mengkaji usability situs web ni adalah metode Evaluasi Heuristic. Menurut Nielsen (1994), evaluasi heuristik adalah metode yang digunakan untuk menemukan masalah pada desain antarmuka. Evaluasi heuristik melibatkan beberapa evaluator untuk memeriksa antarmuka dan membandingkannya dengan prinsip-prinsip usabilitas (heuristik).


Evaluasi Heuristik ini meliputi 10 aspek, yaitu:


  1. Visibility of system status: Sistem harus dapat menginformasikan kepada pengguna tentang apa yang terjadi pada sistem.
  2. Match between system and the real world: Sistem harus ‘berbicara’ dalam bahasa yang biasa digunakan oleh pengguna. Kata, frasa, dan istilah yang digunakan mengikuti kebiasaan yang ada.
  3. User control and freedom: Pengguna kadang memilih pilihan yang salah dan memerlukan opsi ‘emergency exit’. Pengguna dapat keluar dari keadaan akibat pilihan yang salah tersebut tanpa perlu melewati kegiatan tambahan lainnya.
  4. Consistency and standards: Pengguna tidak harus berpikir apakah kata, situasi, dan aksi yang berbeda ternyata memiliki arti yang sama.
  5. Error prevention: Sistem didesain sehingga mencegah pengguna melakukan kesalahan dalam penggunaan system. Bisa dilakukan dengan menggunakan pilihan konfirmasi.
  6. Recognition rather than recall: Membuat objek, aksi, dan pilihan yang ada visible (jelas).
  7. Flexibility and efficiency of use: Permudah pengguna untuk melakukan kegiatannya dengan lebih cepat.
  8. Aesthetic and minimalist design: Dialog seharusnya tidak mengandung informasi yang tidak relevan atau tidak terlalu diperlukan.
  9. Help users recognize, diagnose, and recover from errors: Pesan kesalahan harus dijelaskan dalam bahasa yang jelas, menjelaskan masalah dan memberikan solusi.
  10. Help and documentation: Sistem menyediakan bantuan dan dokumentasi yang berisi informasi tentang penggunaan sistem.